man, ocean, and computer..

Mengenal Resiko Kekritisan Fauna dan Flora

Ini topik yang sangat out of topic dari blog saya , hehe. Gara-gara saya baca2 IUCN Red List, atau organisasi PBB yang mengurusi konservasi fauna dan flora kritis, saya jadi penasaran bagaimana metode menentukan mana spesies yang kritis, punah, atau yang harus kita concern sekarang. Kerjaan saya kemaren2 ini menghitung resiko sebuah offshore platform, jadi saya sangat penasaran bagaimana menentukan resiko kekritisan spesies, dan belakangan saya mengerti kalau ternyata analisis resikonya mirip. Karena saya merasa ini cukup penting, jadi saya ingin share saja disini. Agar teman2 juga mengenal cara perhitungan resiko secara global.

Jadi, si IUCN ini sebelum menentukan resiko, ada urutan2nya, sesuai gambar dibawah ini:

Screen Shot 2013-09-21 at 3.42.27 PM

Nah, penentuan resiko nantinya hanya akan mencakup 3 kategori yang dilingkari, yaitu:

  • Critically Endangered (CR)
  • Endangered (EN)
  • Vulnerable (VU)

Oke, kemudian cara penentuan spesies yang terancam menggunakan 3 kriteria, yaitu :

  • Jumlah populasi dan jumlah indukan
  • Penurunan jumlah populasi
  • Luas area habitat

Nah, setiap kriteria, tentu punya sebuah nilai, misalkan, jumlah populasi spesies X sejumlah 80 ekor di dunia. Nah, setiap kategori mempunyai batasan nilai untuk kriteria jumlah populasi. Misalkan :

  • CR sejumlah <50 ekor
  • EN sejumlah <250 ekor
  • VU sejumlah <1000 ekor

Hasil tiap kategori dan kriteria tersebut nanti digabungkan dalam sebuah tabel atau matrix yang menunjukkan dimana posisi spesies yang ditinjau dimana, apakah dia masuk kategori CR, EN, atau VU. Begitulah seterusnya, untuk kriteria yang lain seperti penurunan jumlah populasi dan luas area habitat. Seperti perhitungan resiko yang lain, biasanya menentukan level resiko berdasar kriteria dan jumlah yang menentukan batasnya.

Sebetulnya saya ingin memberi contoh dan memperjelas dengan simulasi saja, tapi sayangnya wordpress belum menyediakan fitur tabel. Ada sih caranya dengan sedikit nulis code, tapi saya males, hehe. Untuk lebih jelasnya lihat saja referensi dari IUCN Red List disini.

Advertisements

Filed under: Uncategorized, , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Category Cloud

Uncategorized
%d bloggers like this: