man, ocean, and computer..

Uang Saku Ideal

Sekitar sebulan lalu, saya mendapatkan info menarik. Kakak sulung saya yang bercerita, teman dia (yang akhirnya menjadi teman saya karena kenal dan akrab juga) mendapat uang saku nya yang jumlahnya menarik. Ya, orangtuanya memberi uang saku sesuai UMR daerah tersebut berada. Kebetulan teman saya tsb ngekos di Jogja, sementara dia dari Bekasi. UMR Jogja kalau nggak salah sekitar 1jt lebih dikit. Entah ada tambahan lagi atau tidak, tapi saya lihat teman saya tsb hidup cukup, apalagi dia senang sabet proyek atau kerjaan kecil-kecilan sana sini. Unik juga perhitungan yang dilakukan oleh orangtuanya. Sayangnya saya belum sempat menanyakan latar belakang orangtuanya mengapa bisa menentukan perhitungan spt itu. Tebakan saya orangtuanya adalah seorang bussinessman, atau karyawan/bos swasta dan sudah berada di posisi manajerial.

Cerita diatas membuat saya teringat juga dengan teman saya TPB ( tingkat pertama di ITB ). Dia teman sekelas di fakultas yang akhirnya beda jurusan. Dia akrab dengan saya, karena kosan dia dan kontrakan saya sejalur. Dia sering nebeng berangkat atau pulang bareng. Kita juga sering ketemu kalau beli sarapan atau makan malam. Dia seorang keturuan Cina, terlihat dari mukanya, dan gaya dandanan khasnya. Walaupun begitu, kam cukup akrab, karena sering mengerjakan tugas bareng. Ya, saya nyontek dia kebanyakan sih, hehe. Dia pintar dan bersahaja. Soal uang saku, orangtuanya pun cukup unik. Kebutuhan dia selain makan dipenuhi langsung, seperti uang kosan yang langsung dibayar. Kebutuhan lain seperti pulsa, alat mandi, sepatu, baju, dibelikan saat pulang ke rumahnya tiap bulan. Dia orang Jakarta, dan harus pulang setiap bulan. Biar ingat rumah katanya. Selain itu, ada kumpul keluarga besar sebulan sekali. Itulah alasan lain dia diwajibkan pulang, disamping yaa demi mengambil barang kebutuhannya.

500 ribu sebulan! Itulah uang sakunya, sekitar 4 tahun lalu. Uang itu hanya untuk makan. Jadi kalau mau bersenang2, ya harus kencangkan ikat pinggang, hemat urusan makan. Karena kebutuhan selain itu sudah ditanggung. Dia merasa pas (atau mungkin kurang), tapi dia terlihat bersyukur. Itulah watak orang Cina yang kukenal, bisa susah, tapi kalo bersenang-senang, juga luar biasa!

Nah, sekarang saya giliran bercerita tentang uang saku saya sendiri. Dari kecil, saya tidak pernah menyebut minta berapa. Saya selalu dikasih dan saya menurut, karena saya meyakini itu semua cukup. Namun mulai remaja, kalo nggak salah SMP, saya memberanikan diri untuk nego naik, karena angkot waktu itu naik imbas dari BBM naik. Saat hijrah ke Bandung, saya juga sama, uang saku diberikan, dan saya yakin itu cukup, kecuali untuk kebutuhan2 tertentu yang harus minta lagi. Asal hubungannya sama pendidikan atau hal lainnya yang tak mungkin tercover dari uang saku. Saya ingat pertama pindah Bandung, uang saku saya 500 ribu. Kemudian pada tingkat 3 kalau nggak salah, uang saku saya naik menjadi 750 ribu hingga saya lulus beberapa bulan yang lalu.

Beruntung selama di Bandung saya ikut kerja partime di kampus dari tingkat 2. Semenjak itu saya bisa sedikit ‘bersenang-senang’, beli pakaian, beli hape, laptop, jalan2, wisata kuliner, dll. Untunglah orangtua saya tidak melarang apalagi protes karena partime agak berimbas ke nilai. Harus diakui, tapi sepertinya orangtua saya berpendapat kegiatan diluar akademik juga perlu. Karena saya juga sering bercerita apa kegiatan saya, sehingga clear. 

Bulan ini saya mulai bekerja. Kemaren bapak saya telpon dan bertanya, apa masih perlu dikirim. Saya bilang terserah saja, tapi bapak sepertinya tahu saya belum gajian, sehingga beliau tetap mengirim. Mudah2an bulan depan saya bisa mandiri dengan gaji saya. Amin.

Advertisements

Filed under: Uncategorized, , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Category Cloud

Uncategorized
%d bloggers like this: