man, ocean, and computer..

Belajar Bersyukur

Di socmed sedang ramai hastag #100happydays yang isinya adalah postingan dalam rangka mensyukuri nikmat sekecil apapun. Seringkali hal2 yang kecil pun pantas disyukuri. Berbicara tentang hal bersyukur dan mensyukuri, saya jadi teringat pesan dan pelajaran hidup dari pembimbing lapangan saya selama kerja praktek (KP) di Banyuwangi.

Pembimbing resmi saya saat KP memang orang perusahaan tempat saya KP, yaitu Semen Gresik, yg sekarang berganti nama menjadi Semen Indonesia. Tetapi sehari2nya, saya bersama beberapa konsultan pengawas pihak ketiga yang mengajari saya banyak hal. Tidak hanya tentang teknis dalam rangka KP, tetapi juga soal bersyukur.

Dalam mengawasi proyek pelabuhan, beliau2 (karena orangnya banyak) mendapatkan tuntutan dari owner karena proyek sudah sedemikian molor. Dalam menghadapi problem itu, beliau selalu berkonsultasi dengan pihak pimpinan kontraktor. Tapi masalaa tidak semudah itu, sehingga memaksa digunakan cara lain. Beliau memutuskan untuk lebih jauh masuk kedalam proyek tsb, dengan cara mencari masalah hingga kebawah. Beliau berkonsultasi dari lapisan manager hingga tukang yang paling (maaf) rendah untuk mencari masalah. Jauh sebelum istilah blusukan dipopulerkan Jokowi, beliau sudah melakukannya dalam lingkup kecil. Semua lini jabatan di perusahaan kontraktor, dimasuki oleh beliau. Dari orang kapal, crane (derek), tukang cor, tukang besi, hingga tukang sapu bahkan OB, semua didekati untuk diajak ngobrol dengan santai disela2 kerja atau saat istirahat. Dia mencari masalah secara berimbang, tidak hanyabdi level bos, tp jg kebawah.

Hingga akhirnya masalah menemui titik terang, dan ada beberapa hal yang ternyata penyebabnya sepele dan tidak ada hubungannya secara teknis. Ada yg hanya karena uang makan gak sesuai dan jam lembur tambahan, ada jg yang tidak nyaman dengan perlakuan bos2. Semua ketahuan dengan cara blusukan. Dengan cara makan bareng, minum bareng, dan juga merokok bareng sambil ngobrol.

Dalam suatu kesempatan, beliau berkata, kalian beruntung KP di lokasi proyek yang bermasalah, molor, dsb, karena justru mendapat banyak pelajaran. Dari pelajaran teknis hingga non teknis. Dari cara menemukan masalah, menyelesaikan masalah, dan mencegah masalah muncul kembali. Beliau juga menekankan bahwa proyek adalah kompleks, dari bos hingga bawahan. Jangan cuma bergaul ke atas, tp juga ke bawah. Karena justru lebih banyak yg bisa dipetik dari bawah, salah satunya adalah bersyukur.

Ya, bersyukur. Kadang kita merasa hidup ini kurang. Dengan banyak berinteraksi ke bawah, kita menjadi lebih bersyukur karena kita punya lebih banyak dibanding mereka yang di bawah. Kita jadi sadar dan tau rasanya menjadi mereka. Saya rasakan setelah mengikuti nasehat pembimbing saya tsb. Terima kasih pak.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Category Cloud

Uncategorized
%d bloggers like this: