man, ocean, and computer..

Simpang Dago Bandung, sekarang..

Sejak beberapa hari (atau minggu) yang lalu, arus lalu lintas di Simpang Dago, Bandung, telah dirubah. Tidak ada lampu lalu lintas, artinya semua langsung jalan. Tapi kendaraan dari Jalan Siliwangi, diarahkan ke utara / atas / ke arah Dago Atas. Sedangkan kendaraan dari arah Jalan Dipatiukur, diarahkan ke selatan / bawah / ke arah flyover Cikapayang. Sedangkan dari arah utara dan selatan, bebas jalan kemana saja. Untuk lebih jelasnya lihat peta ini (atas peta adalah arah utara).

Screen Shot 2016-01-09 at 10.09.24 PM

Sejak saya pertama kuliah di Bandung (tahun 2008), saya selalu melewati (atau nyerempet melewati) perempatan ini untuk berangkat ke kampus (ITB), karena saya sempat kos di Sangkuriang, Cihaur, Dago Pojok, dan terakhir sekarang di Cigadung. Dari dulu pula saya selalu merasakan kemacetan, apalagi disaat pagi, sore, ataupun weekend. Dari dulu pula, sudah 7 tahun sampai sekarang, macet terus tanpa ada solusinya.

Sebenarnya banyak versi penyebab macetnya Simpang Dago dan sekitarnya. Mulai dari ada pasar, angkot ngetem, lampu lalu lintas terlalu lama dan bergantian, sampai karena tidak ada polisi disana. Apapun alasannya, tidak ada solusi, dan tidak ada perubahan. Read the rest of this entry »

Advertisements

Filed under: Uncategorized, , , ,

Solusi Macet MRT + Jalan Layang? Yakin?

Saya tergelitik dan gerah membaca berita kontroversi biaya MRT di Jakarta. Langsung to the point saja, apakah benar solusi macet butuh MRT? Apa betul dibangun jalan layang terus akan mengurangi macet? Saya belum pernah tinggal di Jakarta dalam waktu yang lama, saya berkaca pada Bandung, yang dalam waktu dekat juga akan membangun MRT. Menurut saya, janganlah bangun-bangun MRT dulu, bereskan dulu hal yang lebih kecil, tapi mendasar. Apa itu? Saya berkaca pada Bandung, yang macetnya juga luar biasa, apalagi saat weekend. Setidaknya ada beberapa faktor utama yang saya lihat sebagai penyebab macet di Bandung. Inilah :

TRAFFIC LIGHT. Perempatan atau pertigaan di jalan besar dengan waktu tunggu yang lama jelas membuat macet. Di Bandung, banyak sekali persimpangan seperti ini. Ada di Simpang Dago, BIP, dan Pasteur BTC. Ada yang waktu tunggunya hingga 150 detik, jelas bikin macet apalagi persimpangan besar yang frekuensi kendaraannya sangat tinggi. Solusinya? Opini saya, tak masalah perbanyak jalan searah, untuk mengurangi persimpangan dengan traffic light. Bandung sudah cukup banyak jalan searah, dan saya rasa efektif untuk mengurangi macet. Jakarta mungkin perlu mencoba memperbanyak jalan searah.

PASAR TUMPAH. Salah satu sumber kemacetan lainnya yaitu pasar tumpah. Jalur di jalan berkurang karena ada yang jualan dan parkir disana. Ini dia, entah pagi-pagi atau sore-sore selalu membuat macet, padahal jam-jam itu adalah rush hour. Solusinya? Tertibkan atau bangun pasar yang lebih memadai. Sediakan tempat untuk PKL, dan Satpol PP bertugas mencegah agar tidak ada PKL yang berjualan di pinggir atau bahkan di jalan. Duitnya mending untuk bangun dan renovasi pasar daripada membuat MRT atau membangun jalan layang.Dan saya rasa uang yang dihabiskan lebih sedikit daripada membangun MRT dan jalan layang.

PARKIR. Mobil atau motor yang parkir di jalan sama latennya dengan pasar tumpah. Parahnya, parkir di jalan jama sekarang ini gak hanya di pasar, tapi di sepanjang jalan di depan toko, mall, kafe, supermarket, bahkan sampai masjid, sekolah, dan kampus. Anehnya, tidak ada himbauan, teguran, atau kewajiban membangun tempat parkir bagi tempat-tempat yang tidak mempunyai tempat parkir yang memadai. Di Bandung terutama, kafe dan restoran memang menjadi daya tarik tapi juga membuat kesal bagi yang lewat. Solusinya? harus ada aturan tegas dan menindak bagi pelanggar. Atau apabila perlu, Pemerintah fasilitasi dengan membangun kantung parkir untuk kompleks2 toko, kafe, restoran, dll. Duitnya mending buat bangun ini daripada untuk MRT + jalan layang.

Nah, itu OPINI saya. Hal yang mendasar itu perlu. Merubah mental memang sulit, tapi tidak butuh duit. Membangun MRT + jalan layang tapi hal-hal diatas masih ada, ya sama saja. Saya tahu menangani masalah macet tidak mudah, tapi saya mencoba melihat dari sisi lain. Dari sisi uang yang harus dihabiskan. Solusi diatas seharusnya lebih murah, dan lebih to the point terhadap sebab dari macet itu sendiri.

Filed under: Uncategorized, , , ,