man, ocean, and computer..

Nasi Ayam Anak SMA

Sudah beberapa sore, atau bahkan beberapa minggu terakhir, setiap sore hari, atau sekitar jam 6-7 malem, selalu ada orang berkeliling menjajakan dagangannya. Dan setiap saya nongkrong di ARC, di Sunken Court ITB, hampir selalu ada tawaran untuk membeli dagangannya. Karena saya biasanya duduk didalam ruangan, bukan di selasar, jadi selama ini tidak pernah tahu siapa yang berjualan keliling tersebut. Baru kemaren saya tahu, ternyata yang berjualan nasi ayam goreng kotak, seharga 6000 rupiah, adalah seorang anak SMA.

Lumayan kaget saya, karena saat akan pertama kali membeli nasi ayam, saya ajak ngobrol. Awalnya saya tanya apakah ini ada kegiatan danus, karena biasanya menjelang ada acara-acara besar, seperti wisudaan dan lainnya, hobinya anak ITB emang berdagang buat mencari dana. Dia bilang bukan, ini iseng-iseng aja nyari uang tambahan, buat sekolah, dia bilang. Lalu saya tanya, “Lho masih sekolah?”, dan dia bilang, “Iya a’, di SMA 20, belakang Gedung Sate”. Wew, saya kaget, ternyata yang jualan anak SMA, dan berani masuk kampus ITB dan dari penjelasannya dia sudah tahu tempat-tempat mana saja di ITB yang ramai anak mahasiswa nongkrong.

Di musim hujan seperti ini, dagangannya saya lihat cukup laris. Apabila hujan turun dari sore dan belum berhenti juga sampai malam, otomatis nasi ini menjadi pilihan. Saya tanya apa dia berjualan tiap hari dan dia bilang kalau akhir pekan enggak, karena kampus juga sepi. Dan dia bilang juga gak jualan kalau besok ada ujian. Dari penjelasannya saya kira dia anak yang cukup cerdas, dan naluri bisnisnya cukup tajam, karena dia nanya ke saya, kira-kira makanan apa yang disukai anak ITB. Mungkin dia berniat diversifikasi produknya. Hmm, anak SMA sekarang cerdas – cerdas dan semangatnya tinggi sekali. Pintar sekali membuat saya yang mahasiswa ini malu melihatnya..

Advertisements

Filed under: Uncategorized, , , ,

Pemilihan Rektor = Pemilihan Ketua OSIS

Liat disini, tentang pemilihan rektor ITB, di bagian yang memperlihatkan semua paparan dari calon Rektor tentang visi misi dan program kerja sebagai rektor. Langsung saja, setelah melihat beberapa, nampaknya semua paparan terasa sangat membosankan dan tidak menarik untuk dilihat.

Pembukaan tulisannya gak ada yang menarik, paragrafnya panjang, seolah tidak memikirkan minat pembacanya. Heran, pemilihan sekelas rektor mirip dengan paparan calon ketua OSIS waktu SMA dulu. Apa tidak ada tim sukses di belakangnya yang membantu menuliskan paparannya, agar terlihat maksimal, karena pastinya paparan juga sangat menentukan agar calon bisa lolos ke tahap berikutnya.

Mestinya pemilihan sekelas rektor ini juga menunjukkan kalau ini benar-benar pemilihan rektor, dilihat dari paparan para calonnya. Kalau hanya seperti ini, sangat terlihat kualitas dari para calonnya.

Tanpa bermaksud membedakan, silahkan dilihat paparan dari Pak Intan Ahmad, Dekan dari Sekolah Ilmu Teknologi Hayati ITB yang kebetulan juga pembina ARC, unit saya. Cukup salut dengannya, karena penyampaian agar tidak terlihat membosankan. Beliau menggunakan poin-poin agar enak dibaca, dan detailnya lebih terlihat.

Mungkin paparan beliau bisa dicontoh untuk ikut pemilihan Ketua RT. Hehe..

Filed under: Uncategorized, , , , ,