man, ocean, and computer..

Tentang Jendela Johari

Jendela Johari adalah sebuah permainan. Walaupun permainan, Jendela Johari juga membutuhkan keseriusan dalam memainkannya agar dapat didapat manfaat yang diinginkan dari permainan ini. Jendela Johari adalah permainan yang berfungsi untuk memetakan sifat orang. Sifat orang, dalam permainan ini, dianggap terbagi menjadi 4 jenis, yaitu “diketahui”, “tidak diketahui”, “tersembunyi”, dan “terbuai”. Nama-nama jenis sifat tadi sebetulnya terserah siapa saja, yang penting mempermudah saja. Penjelasannya dibawah ini :

Sifat “diketahui” adalah sifat yang diketahui oleh pemilik sifat dan juga orang lain. Pemilik sifat merasa mempunyai sifat ini, dan orang lain tau sesorang memiliki sifat ini. Sifat “tidak diketahui” adalah kebalikan dari sifat “diketahui”, jadi ya hanya tuhan yang tahu, hehe.

Sifat selanjutnya adalah sifat “tersembunyi”. Sifat yang pemiliknya saja yang tau, sedangkan orang lain tidak tau. Biasanya orang yang tertutup banyak mempunyai sifat ini. Begitu pula orang yang jaim, banyak sifat – sifat yang tersembunyi dari orang jaim. Sifat terakhir, adalah sifat “terbuai”, sifat yang hanya orang lain yang tau, sedangkan pemilik sifat justru tidak menyadari kalau ternyata mempunyai sifat tersebut, makanya disebut sifat “terbuai” 😀 .

Read the rest of this entry »

Advertisements

Filed under: Uncategorized, , , , ,

Bisnis ya Bisnis, Temen ya Temen,,

Barusan saya membaca jurnal ini yang dapat dari Tiens Watch, intinya yang membahas efek kalau kita melakukan bisnis terhadap hubungan sosial keluarga maupun pertemanan. Sangat mengejutkan faktanya, tapi itulah yang terjadi kalau kita kebablasan dalam berbisnis, atau kurang hati-hati dalam berbisnis ( *sebuah pelajaran penting bagi para pebisnis pemula ).

Saya juga membaca reviewnya, ternyata faktanya adalah bagaimana orang menyikapi persahabatan mereka jika berhubungan dengan bisnis, terutama MLM. Sudah menjadi hal yang jamak jika member MLM pertama2 akan mencari calon member pada keluarga sendiri plus teman2nya daripada orang yang sama sekali asing. Hasil dari penelitian di jurnalnya adalah:
1. Konflik akan terjadi. Teman adalah teman, bisnis adalah bisnis. Jika teman dicampur dalam ranah bisnis, konflik akan terjadi.
2. Konflik lebih parah pada tingkatan dari teman diajak jadi mitra bisnis (MLM) daripada dari mitra bisnis dijadikan teman.
3. Konflik yang terjadi malah akan ‘merusak’ bisnis yang akan dirajut.
4. Tidak semua persahabatan ‘jelek’ untuk bisnis. Tapi sebagian besar persahabatan bisa ‘hancur’ akibat bisnis.

Hmm, fakta yang mengejutkan, tapi sangat klise dalam kehidupan saya. Tentang bagaimana saya ‘kehilangan’ beberapa teman gara-gara bisnisnya atau MLM khususnya. Saya juga tahu persis betapa teman saya tidak hanya kehilangan saya, bahkan beberapa teman yang seharusnya lebih akrab daripada saya. Teman saya tersebut akhirnya semakin dijauhi karena bisnisnya.

Pelajaran yang bisa didapat adalah, sebisa mungkin pisahkan bisnis dengan hubungan kekeluargaan atau pertemanan, karena terjadi konflik di salah satunya, akan merembet ke yang lain. Lakukan bisnis yang baik dan yang diterima sebagian orang, not money oriented, but will and social oriented, too. Padahal, salah satu dari itu harus membawa manfaat ke yang lain, bukan?

Filed under: Uncategorized, , , ,