man should be always look up…

Saya dan Unit Kebudayaan Kampus

Gara-gara melihat tayangan Archipelago di Metro TV, saya jadi tertarik budaya Kalimantan. Kebetulan acara itu sedang membahas alam dan kebudayaan suku Dayak di pulau Borneo. Entah kenapa, saya takjub, wajar karena di kampus saya nggak ada unit budaya yg berasal dari pulau Kalimantan.

Kenapa bisa nggak ada? Ya unit budaya memang tergantung sumber daya manusia. Kalau ada, minimal unit itu ada. Masih banyak provinsi, atau pulau yang belum ada unit budayanya di kampus saya, di ITB. Padahal itu penting, bagi pengenalan budaya Indonesia sendiri di kalangan mahasiswa.

Lalu bagaimana caranya agar setiap provinsi ada unit kebudayaan? Saya jadi terpikir kalau anggota DPR ada perwakilan masing2 daerah ( DPD ), kenapa sistem penerimaan mahasiswa baru di kampus ini tidak menerapkan hal yang sama? Kalau alasannya hanya untuk unit budaya, rasanya terlalu simpel. Namun apabila kita bisa menyediakan beasiswa untuk siswa-siswa cerdas dari daerah, kita bisa menjamin ( atau memaksa ) mereka kembali untuk membangun daerahnya kembali. Nggak usah banyak-banyak, satu provinsi 5 orang dikalikan 33 provinsi, itu sudah cukup, untuk penyerataan sarjana kampus Ganesha di daerah-daerah, selain itu juga untuk membasahi leher mahasiswa Indonesia yang penuh dahaga akan budaya di kampusnya. Daripada penerimaan mahasiswa yang sistemnya tidak jelas mau kemana, lebih baik seperti ini ( seenaknya :p ).

Ah, andai saya Rektor :D

Advertisement

Filed under: Uncategorized,

One Response

  1. Jisung terra says:

    Curhat deh kalau gitu, mudah2an banyak yg baca. Ga usah kenalan kali ya kayanya udah kenal. 2008 juga. Saya orang kutai ( haloq / dayak yg memeluk islam ). Dari awal masuk ITB sebenernya yg saya cari itu unit kalimantan timur. Setelah dicari ternyata ga ada. Pas nyari orang susahnya bukan main, bingung mau nanya ke mana gitu. Karena sadar ga sadar di dalemnya ITB emang terkotak kotak apalagi setelah penjurusan. Dulu ga kepikiran nanya2 di akun sosial. sebenernya susah nemu orang kalimantan asli lg di ITB. Kebanyakan yg kuliah di ITB dari kalimantan paling2 suku pendatang seperti jawa, bugis, makasar, madura, batak. Dulu sih yang saya kenal dayak juga adanya cuma 1 orang anak 2007 arsi itupun sudah lulus skrg. Itupun kenal karena temen waktu kecil di samarinda. Sampe sekarang tiap PSB selalu kepikiran. Ya udah cuma curhat aja, beginilah bingungnya jadi minoritas. Saya juga masuk ITB karena kebetulan orang tua lulusan ITB jadi tau kalau ada sekolah bagus seperti ITB. Karena faktanya banyak temen2 saya yg gatau ITB disana ( kaltim ) kecuali orang asal luar daerah atau orang kotanya. Kebetulan saya tinggal di kota pinggiran yg udah deket kampung disana, jd wajar jg kalau banyak yg ga tau perguruan tinggu bagus kecuali UGM.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Category Cloud

Uncategorized
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 290 other followers