man should be always look up…

Bisnis ya Bisnis, Temen ya Temen,,

Barusan saya membaca jurnal ini yang dapat dari Tiens Watch, intinya yang membahas efek kalau kita melakukan bisnis terhadap hubungan sosial keluarga maupun pertemanan. Sangat mengejutkan faktanya, tapi itulah yang terjadi kalau kita kebablasan dalam berbisnis, atau kurang hati-hati dalam berbisnis ( *sebuah pelajaran penting bagi para pebisnis pemula ).

Saya juga membaca reviewnya, ternyata faktanya adalah bagaimana orang menyikapi persahabatan mereka jika berhubungan dengan bisnis, terutama MLM. Sudah menjadi hal yang jamak jika member MLM pertama2 akan mencari calon member pada keluarga sendiri plus teman2nya daripada orang yang sama sekali asing. Hasil dari penelitian di jurnalnya adalah:
1. Konflik akan terjadi. Teman adalah teman, bisnis adalah bisnis. Jika teman dicampur dalam ranah bisnis, konflik akan terjadi.
2. Konflik lebih parah pada tingkatan dari teman diajak jadi mitra bisnis (MLM) daripada dari mitra bisnis dijadikan teman.
3. Konflik yang terjadi malah akan ‘merusak’ bisnis yang akan dirajut.
4. Tidak semua persahabatan ‘jelek’ untuk bisnis. Tapi sebagian besar persahabatan bisa ‘hancur’ akibat bisnis.

Hmm, fakta yang mengejutkan, tapi sangat klise dalam kehidupan saya. Tentang bagaimana saya ‘kehilangan’ beberapa teman gara-gara bisnisnya atau MLM khususnya. Saya juga tahu persis betapa teman saya tidak hanya kehilangan saya, bahkan beberapa teman yang seharusnya lebih akrab daripada saya. Teman saya tersebut akhirnya semakin dijauhi karena bisnisnya.

Pelajaran yang bisa didapat adalah, sebisa mungkin pisahkan bisnis dengan hubungan kekeluargaan atau pertemanan, karena terjadi konflik di salah satunya, akan merembet ke yang lain. Lakukan bisnis yang baik dan yang diterima sebagian orang, not money oriented, but will and social oriented, too. Padahal, salah satu dari itu harus membawa manfaat ke yang lain, bukan?

Filed under: Uncategorized , , , ,

Saya Baru Sadar Kalau Dunia Sempit

Dalam pertemanan, sering kita jumpai seperti ini, ” Wah, ternyata kamu tu temennya si ini, si itu. Ternyata kamu tu ininya si itu, si ini. Dunia sempit sekali ya”.

Ya, begitulah, sering sekali kita jumpai seperti itu, dan saya baru mengalaminya. Berbeda dengan pengalaman – pengalaman biasa – biasa dari orang, yang saya alami sungguh luar biasa. Karena sempitnya dunia yang saya maksud adalah, betapa saya sangat dekat dengan kehidupan orang-orang besar di Indonesia, terutama di dunia blog Indonesia. Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized , , , , ,

Akhirnya Pulang

Menurut rencana, seharusnya besok pagi aku pulang. Ya, pulang ke kampung halaman di Jogja. Dengan naek kereta ekonomi, terpaksa dijalani bersama Wibi, karena keabisan tiket kereta dan males nyari tiket bus. Akhirnya, ya sudah, karena berbaik sangka kereta ekonomi besok akan sepi dan nyaman, kita nekat.

Fyuh, sudah kurang lebih 3 bulan nggak pulang, setelah lebaran kemarin, entah kenapa, waktu kepulangan kali ini terasa lama sekali, padahal baru 3 bulan yang lalu lebaran. Mungkin kali ini feel-nya rada beda. Sudah sejak lebaran, saya sendirian di Bandung, nggak ada lagi kakak saya karena beliau tinggal di Jogja sekarang. Jadi, mungkin itulah salah satunya sebabnya.

Hmm, dipikir2, kalau soal liburan, saya pernah ( atau sering ) disindir teman2 saya. Mereka setiap liburan selalu buru2 pulang, seolah sangat menantikan momen liburan mereka. Sedangkan menurut mereka, saya terlihat tidak peduli soal liburan. Contoh, saya selalu pulang paling akhir diantara mereka, dan saat mereka sudah pada di rumah masing2 dan ramai2 mengganti status facebook atau YM mereka dengan tulisan ” at home “, dll, status saya masih bertuliskan seperti biasa, ” at kampus”. Ya, harus diakui, saya kurang menantikan waktu liburan, dan selalu terlihat santai soal liburan.

Hmm, kepikir lagi. Pertanyaan temen saya yang cukup menyentil, kata dia saya tidak betah di rumah. Ada benarnya sih, soalnya saya bosan gak ada kerjaan, dan mau pergi juga kepalang tidak enak, masak udah pulang jauh2 malah pergi kerjanya. Jadi serba salah. Emang sih, pas saya pulang, biasanya kakak atau adik saya, bahkan orangtua masih sibuk dengan kerjaannya sendiri, karena liburnya biasanya nggak bersamaan ( damn u ITB ), jadilah saya yang kurang kerjaan dan boring di rumah.

Mungkin inilah alasan dulu kakak saya jarang pulang. Ya beginilah, apalagi disini ( Bandung ), banyak yang bisa dikerjakan, katakanlah bisa cari2 kerjaan. Sekarang ternyata saya yg bernasib sama. Tapi saya nggak mau sama, saya pengen kepulangan saya juga berkualitas ( bahasanya agak aneh :p ). Ya benar, mungkin saya akan bercengkerama dengan keluarga dan saudara lebih banyak.

Filed under: Uncategorized , , , , ,

Keranjingan Oldies Berlanjut

Seperti tahu hobi genre musik saya, tiba-tiba Rolling Stone Indonesia mengeluarkan seri lagu-lagu terbaik Indonesia sepanjang masa. Wah, setelah kemaren saya keranjingan lagu oldies luar negeri, sekarang giliran saya menyukai lagu oldies Indonesia, seperti Koes Plus, Iwan Fals, Panbers, Vina Panduwinata, Gombloh, Dian Permana, dll.

Saya seperti kembali ke masa kecil saya. Sebelum TK, saya beruntung punya om dan kakak sepupu yang saat itu hobi dengan musik. Sebelum TK pula, saya sering, sengaja atau tidak, dperdengarkan lagu-lagu lawas, akhir 80, maupun awal 90-an. Dan masa-masa itu seprti kembali sekarang ini. Saat mendengar lagu-lagu lama yang saya download, saya sungguh bisa mengenang masa kecil saya yang sangat bahagia dengan kepolosan dan keceriaan yang sampai sekarang saya masih ingat. Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized , , , ,

Musik dan Racun

Hmm, terserah apa kata orang, tapi saya menyukai suatu jenis musik karena racun dari orang lain, hehe..Maksudnya adalah, biasanya saya menyukai suatu jenis, itu karena teman saya / orang lain sering memutar lagu itu, dan saya cocok mendengarnya, mencari lagu itu, sering memutarnya, baru saya suka musik jenis itu.

Karena kebiasaan saya itu, dari dulu saya sering dikomentarin sama kakak saya, Tika a.k.a Vin2, yang kebetulan kerja jadi penyiar di Swaragama, radionya UGM. Dia bilang saya kurang peka dengan musik2 baru, sulit menilai lagu bagus dengan cepat. Jelas berbeda dengan kakak saya, yg sudah terasah karena pekerjaannya. Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized , ,