man should be always look up…

Membayangkan Paris Dakar di Indonesia

Baru liat foto-foto reli Paris Dakar disini, saya heran kok di foto-fotonya ada gunung-gunung bersalju, dan para penontonnya berwajah latin. Terakhir saya lihat detail fotonya dan baru tau kalo reli Paris Dakar tahun ini berlangsung di Chili, Argentina, dan Peru, Amerika Selatan. Setelah saya googling, dan buka webnya, ternyata sudah dari tahun 2009 reli Paris Dakar berlangsung di Amerika Selatan. Jadi ini udah keempat kalinya reli Paris Dakar benar-benar bukan “Paris Dakar”. Saya memang kurang begitu mengikuti, hanya, oh ada Paris Dakar sekarang, dan sudah.

Saya baca dari webnya dan wikipedia, kepindahan tempat ini bukan tanpa alasan. Pada tahun 2008, terjadi masalah keamanan, atau “security thread” di Mauritania, saat Paris Dakar masih berlangsung di benua Eropa dan Afrika. Sehingga sejak saat itu Paris Dakar dipindah ke Amerika Latin, yang medannya cukup menantang karena terdapat gurun, pegunungan, dan dataran kering berbatu. Saya pikir wah keren juga dipindah, jadi kompetisi yang cukup bergengsi bisa mengarungi medan yang cukup bervariasi karena berpindah-pindah. Saya jadi terpikir kapan event ini akan berpindah tempat, misalnya ke Asia, bahkan ke Indonesia. Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized

Bebersih ala Dunia Maya

Formspring – Gmail lama – WordPress lama – Blogspot – Plurk, all deactivated / erased forever. Malem ini saya beberes alias menghapus beberapa akun dunia maya yang menurut saya sudah tidak penting lagi.

List selajutnya mungkin akun2 di forum2 atau web2 lama.
Kapan Facebook, Twitter, dan Google + menyusul? :p

Filed under: Uncategorized

Saya dan Unit Kebudayaan Kampus

Gara-gara melihat tayangan Archipelago di Metro TV, saya jadi tertarik budaya Kalimantan. Kebetulan acara itu sedang membahas alam dan kebudayaan suku Dayak di pulau Borneo. Entah kenapa, saya takjub, wajar karena di kampus saya nggak ada unit budaya yg berasal dari pulau Kalimantan.

Kenapa bisa nggak ada? Ya unit budaya memang tergantung sumber daya manusia. Kalau ada, minimal unit itu ada. Masih banyak provinsi, atau pulau yang belum ada unit budayanya di kampus saya, di ITB. Padahal itu penting, bagi pengenalan budaya Indonesia sendiri di kalangan mahasiswa.

Lalu bagaimana caranya agar setiap provinsi ada unit kebudayaan? Saya jadi terpikir kalau anggota DPR ada perwakilan masing2 daerah ( DPD ), kenapa sistem penerimaan mahasiswa baru di kampus ini tidak menerapkan hal yang sama? Kalau alasannya hanya untuk unit budaya, rasanya terlalu simpel. Namun apabila kita bisa menyediakan beasiswa untuk siswa-siswa cerdas dari daerah, kita bisa menjamin ( atau memaksa ) mereka kembali untuk membangun daerahnya kembali. Nggak usah banyak-banyak, satu provinsi 5 orang dikalikan 33 provinsi, itu sudah cukup, untuk penyerataan sarjana kampus Ganesha di daerah-daerah, selain itu juga untuk membasahi leher mahasiswa Indonesia yang penuh dahaga akan budaya di kampusnya. Daripada penerimaan mahasiswa yang sistemnya tidak jelas mau kemana, lebih baik seperti ini ( seenaknya :p ).

Ah, andai saya Rektor :D

Filed under: Uncategorized ,

Saya dan Evolusi Kebun Binatang

Hari pertama di Jogja, hari ini, saya menemani kakak sepupu saya mengajak jalan – jalan anak – anaknya di kebun binatang Gembira Loka, kebun binatang yang berada di kota Jogjakarta. Saya memang sudah ( sering ) kesana, tapi waktu SD, itupun lewat pintu belakang, diam – diam, khas anak kecil yang gak punya uang tapi gak mau rugi :D Sudah lebih dari 10 tahun, akhirnya saya masuk ke kebun binatang ini lagi.

Dulu, saat SD, saya kesana seperti katakanlah “nothing to loose” ( bener gak nulisnya? sering ngucapin tapi ironisnya gak tau nulisnya gimana :p ). Ya, nothing to loose, karena saya dan temen – temen SD saya gak pernah bayar, makanya gak pernah rugi, mau sejelek apapun kebun binatangnya dulu. Setelah saya ingat – ingat, memang dimana – mana, gak cuma di jogja, kebun binatang di seluruh Indonesia itu busuk sebusuk busuknya. Dari desain kandang, interaktifitas pengunjung, belum lagi yang pengelolaannya yang carut marut, karena masih mengandalkan dana dari pemerintah, tanpa mampu berdiri sendiri seperti bisnis – bisnis swasta. Tapi, siang tadi, pendapat saya berubah soal Kebun Binatang ini, apalagi saya salut karena Kebun Binatang Gembira Loka berlokasi di Jogja, tempat saya sering bermain bersama teman – teman SD saya. Begini ceritanya, langsung saja saya puji-puji bonbin ini.. :D

Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized , ,

Saya dan Petualangan Supermarket

Ini hanya keisengan. Harus menunggu jadwal travel selama satu jam,jujur saya kurang ide untuk menghabiskan waktu yang sebenernya cuma sebentar itu saja. Travel saya, X-trans, di Hero Tomang, tentu satu lokasi sama supermarket Hero.
Disini kekurang kerjaan saya muncul dan kaki melangkah masuk ke supermarket, dengan niatan, hanya membeli sebuah minuman. Di dalam tentu saja jauh lebih dingin daripada udara Jakarta di luar yang panasnya minta ampun siang itu. Siapa saja pasti berpikir akan berlama2 di dalam yang dingin, ngadem. Setelah mengambil satu teh dalam kemasan kotak, saya mulai berkeliling.
Karena tatanan dan setting letak rak dan display makanannya rapi, saya sudah bisa ancang2 mengambil rute dalam petualangan supermarket saya ini, hehe.. :D Paling depan adalah area buah, saya langsung takjub, karena melihat buah2an yang berwarna warni, beraneka ragam, dan banyak yang tidak saya temui sehari2. Ada buah naga, kiwi, blueberry, dll yang jarang2 saya lihat, apalagi makan. Lalu kearah sayur, daging, dan ikan, ketakjuban saya serupa, banyak yang menurut saya aneh2 dan banyak sekali macamnya. Dari jenis sayur, ikan, daging, sampai macam2 pengolahan dan kemasannya. Lucu ngeliatnya, soalnya saya jarang berurusan dengan hal2 kayak gitu.
‘Petualangan’ saya terus berlanjut ke area2 lain, banyak barang2 aneh yang saya lihat, karena tidak pernah melihat barang tersebut. Ada area kopi yang isinya macam2 kopi dari Sabang sampai Merauke, sampai jenis air mineral kemasan yang saya hitung mereknya sampai 20-an, belum kemasannya yang juga macam2 ukuran dan bentuk. Sayang kondisi supermarket cukup ramai jadi saya nggak bisa ambil foto barang2 yang menurut saya aneh. Saya gak mau dibilang freak karena ngambil2 gambar di supermarket :p
Tiga per empat jam petualangan sudah berlalu. Nampaknya sisa waktunya akan saya pakai untuk menunggu di travel saja sambil menulis ini :) . Lagian sudah semua area supermarket terjelajahi. Tidak ada yang bisa dilihat lagi. Sampai jumpa di lain supermarket di lain waktu dan di lain waktu menunggu. Travel saya sudah menunggu. CU .

Filed under: Uncategorized

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 285 other followers